Merencanakan Program Kehamilan, Pilih Dokter atau Bidan?

Agustus 28, 2021



Jika Anda sedang merencanakan untuk mempunyai momongan dalam waktu dekat, tentu akan ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang bukan? Cara awal yang harus Anda tempuh biasanya adalah menentukan praktisi kesehatan mana yang menurut Anda kompeten untuk mewujudkan impian. Entah itu melakukan konsultasi dokter kandungan program hamil atau bidan.

Sebelum memutuskan untuk memilih dari kedua praktisi kesehatan tersebut, ada baiknya Anda ketahui dulu perbedaan dari keduanya.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa bidan dan dokter kandungan adalah dua profesi yang sama. Ya, mereka memang sama sama ahli dalam masalah hal kandungan dan kehamilan, karena itu kerap kali membuat bidan dan dokter kandungan disamakan.

Akan tetapi, baik bidan ataupun dokter kandungan mempunyai banyak perbedaan khusus yang mungkin belum Anda ketahui.

Pahami perbedaan bidan dan dokter kandungan

Bidan

Latar belakang pendidikan merupakan hal paling mendasar yang membedakan bidan dan dokter kandungan. Bidan merupakan seseorang yang telah menempuh program pendidikan sebagai profesi kebidanan, yang tersedia pada jenjang pendidikan D3 ataupun D4 kebidanan.

Lamanya waktu yang diperlukan untuk resmi menjadi seorang bidan adalah kurang lebih selama 3 sampai 4 tahun.

Akan tetapi, tidak berhenti sampai disitu, jika seorang bidan ingin bisa membuka praktek sendiri, maka bidan harus mempunyai sebuah sertifikat kompetensi. Itu berguna sebagai bukti bahwa kemampuan yang dimilikinya sudah mumpuni untuk menunjang pekerjaannya.

Sejak awal memulai masa pendidikan, seorang bidan memang sudah dikenalkan langsung dengan dunia kesehatan dan kandungan. Dengan berbekal keahlian yang dimiliki, sehingga membuat bidan bisa dipercaya sebagai tenaga kesehatan yang bukan hanya siap untuk membantu penanganan kehamilan saja, mulai dari kelompok usia dari bayi sampai wanita dewasa pun bisa melakukan pemeriksaan kesehatan pada bidan.

Mengambil kutipan dari M. Christina Johnson, CNM, sebagai direktur di American College of Nurse-Midwives atau disingkat ACNM Amerika Serikat, "bahwa bidan umumnya cenderung dalam ahli menangani keluhan yang masih bersifat normal terjadi selama masa kehamilan".

Selain itu, penggunaan alat yang dimiliki bidan biasanya hanya untuk khusus menangani tindakan program kehamilan yang masih umum, bukan program kehamilan yang terbilang kompleks.

Dokter kandungan

Dokter kandungan adalah seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan secara khusus untuk menyediakan dan bisa melayani perawatan seputar kehamilan, kandungan dan persalinan.

Jika dilihat dengan sekilas memang tampak mirip peranannya dengan bidan, namun sekali lagi, dokter kandungan dan bidan mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda.

Sebelum bisa menjadi seorang yang spesialis dalam berbagai hal kandungan, dokter kandungan harus menempuh terlebih dahulu pendidikan sarjana kedokteran selama 3,5 tahun hingga 4 tahun lamanya.

Setelah dinyatakan lulus, seorang dokter kandungan memerlukan waktu sekitar 2 tahun lagi untuk menjalani koasisten yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan ujian kompetensi dokter sebagai tahap sebelum bisa dilantik menjadi dokter umum.

Lalu, mana yang harus Anda pilih ketika akan melakukan konsultasi program hamil? Bidan atau dokter kandungan.

Karena perbedaan tersebut, tentu dalam membuat persiapan kehamilan jangka panjang pun akan berbeda.

Untuk melakukan perencanaan program kehamilan, baik bidan maupun dokter kandungan keduanya sama sama bisa Anda diandalkan dan merupakan pilihan yang tepat.

Namun, ada catatan khusus yang perlu dipahami. Karena wewenang dan kompetensi bidan dan dokter kandungan tidak sama, maka biasanya bidan hanya melakukan sebatas konsultasi atau pemeriksaan dasar di awal saja.

Jika nantinya Anda memerlukan tahapan yang lebih mendalam, seperti pemberian obat, pemeriksaan USG atau tindakan lanjut lainnya, maka melakukan konsultasi dokter kandungan program hamil adalah jawaban yang tepat.

 

 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »