Berbagai Gejala dan Cara Mengatasi Radang Usus

Februari 21, 2020



Peradangan usus merupakan suatu kondisi yang harus diatasi secepatnya. Sudah tentu, gejala yang ditimbulkannya tergolong kompleks dan bisa menimbulkan gejala yang parah. Jangan sampai mengalami komplikasi akibat tidak melakukan cara mengatasi radang usus dengan benar. Sistem kekebalan tubuh dan pemenuhan nutrisi tubuh adalah solusi yang harus dilakukan seiring dengan penyembuhan peradangan. Inilah penjelasan lengkap tentang gejala umum pada penderita dan bagaimana tahapan mengatasinya.

Gejala Radang Usus

Gejala penyakit peradangan usus memang bervariasi tergantung pada tingkat keparahan peradangan itu sendiri dan di mana lokasi radang usus terjadi. Gejala peradangan usus sendiri bisa terjadi dari skala ringan sampai berat. Tanda dan gejala umum yang dapat terjadi antara lain nyeri pada perut akibat luka peradangan ataupun kontraksi pada usus.

Gejala berikutnya yang dapat dialami adalah muncul demam sebagai bentuk respons tubuh terhadap suatu infeksi. Karena mengalami rasa sakit yang cukup kompleks, nafsu makan akan berkurang, bahkan hilang sama sekali. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi dan berat badan menurun drastis. Dehidrasi tersebut juga dipicu oleh diare yang diakibatkan peradangan usus.

Anemia juga dialami karena kehilangan darah pada gejala peradangan berupa BAB berdarah. Akibatnya, badan juga terasa lelah. Kelelahan tersebut sangat ekstrem. Berbagai gejala ini bisa menjadi sangat kompleks dan harus ditangani dengan baik agar tidak berakibat pada komplikasi.

Pahami juga gejala radang usus lainnya yang perlu dikenali, meskipun jarang terjadi agar bisa mempermudah cara mengatasi radang usus. Berbagai gejala tersebut adalah nyeri sendi, mata kemerahan, nodul kulit merah, dan penyakit kuning.

Cara Mengatasi Radang Usus

Sebelum menerapkan pengobatan medis, dokter akan memeriksa semua gejala yang dialami pasien. Langkah awal yang diterapkan adalah serangkaian tes diagnosis. Peradangan usus tersebut didiagnosis menggunakan kombinasi endoskopi (untuk penyakit Crohn) atau kolonoskopi (untuk kolitis ulseratif). Studi atau tes pencitraan, seperti contrast radiographymagnetic resonance imaging (MRI), atau computed tomography (CT) juga dilakukan. Dokter juga memeriksa sampel tinja guna memastikan gejala yang dialami tidak disebabkan oleh infeksi. Melakukan tes darah untuk membantu memastikan diagnosis juga termasuk dalam pemeriksaan.

Setelah diterapkan serangkaian pemeriksaan diagnosis tersebut, diterapkan cara mengatasi radang usus sesuai dengan gejala yang dialami. Pengobatan juga penanganan yang dilakukan bertujuan meredakan gejala yang muncul atau untuk mencegah kambuhnya gejala. Jika gejalanya ringan, mungkin tidak lagi diperlukan pengobatan. Biasanya, gejala ringan akan menghilang setelah beberapa hari.

Dikutip dari doktersehat.com, selain bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami penderita, pengobatan juga dilakukan dalam mengurangi risiko komplikasi yang dimungkinkan terjadi. Penanganan yang dilakukan tersebut dapat berbentuk obat-obatan, terapi, ataupun operasi.
Diperkirakan sebanyak 1 dari 5 orang dengan kolitis ulserativa mempunyai gejala parah yang tidak membaik dengan pengobatan. Pada kasus ini, pembedahan diperlukan untuk mengangkat usus besar yang meradang. Sementara kurang lebih 60%-75 % orang dengan penyakit Crohn membutuhkan pembedahan guna memperbaiki kerusakan pada sistem pencernaan dan mengobati komplikasi penyakit Crohn.
Obat-obatan medis yang diberikan sebagai cara mengatasi radang usus adalah obat antiinflamasi non-steroid, obat imunosupresan, dan antibiotik. Obat-obatan lain juga diperlukan untuk mengatasi peradangan usus. Obat anti diare termasuk di dalamnya dan disertakan juga obat pereda rasa sakit atau pereda nyeri. Suplemen zat besi dan vitamin juga diberikan untuk menambah jumlah darah dan cairan tubuh yang hilang akibat gejala peradangan usus yang dialami.

Sumber artikel:
doktersehat.com
hellosehat.com

Sumber gambar:
Klikdokter.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »